Archive for the ‘dongeng.org’ Category

Mirah, Singa Betina Dari Marunda

Tuesday, August 31st, 2010

Pada suatu malam, centeng-centeng di rumah Babah Yong di Kemayoran terkapar di lantai. Babah Yong sendiri terikat di tiang ruang tengah. Perabot rumah berantakan. Barang-barang berharga dibawa kabur kawanan perampok.

Malam itu juga, Tuan Ruys penguasa daerah Kemayoran segera datang mempelajari bekas-bekas perampokan. Di situ juga Nadir Bek Kemayoran. Petugas lain yang ikut sibuk adalah para opas.

Related posts:

  1. Entong Gendut Dari Batuampar
  2. Si Angkri Jagoan Pasar Ikan
  3. Jampang

View full post on Dongeng Anak dan Cerita Rakyat

Hj. Yustan Aziddin

Tuesday, August 24th, 2010

Hj. Yustan Aziddin dilahirkan di Margasari (Kabupaten Tapin, Propinsi Kalimantan Selatan), 13 Mei 1933. Gelar sarjana pendidikan diperoleh dari Fakultas Keguruan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin (1973).

No related posts.

View full post on Dongeng Anak dan Cerita Rakyat

Anak Pipit Dan Kera

Tuesday, August 17th, 2010

Tersebutlah seekor kera yang tinggal sendiri di atas pohon di dekat sebuah tepian. Kera itu ditinggalkan kawan-kawannya karena ia sombong dan mementingkan diri sendiri. Dia menganggap pohon tempat tinggalnya itu miliknya sehingga kera-kera lain tidak diizinkan tinggal di sana. Tepian mandi itu pun dianggap miliknya.

Related posts:

  1. Kera dan Ayam
  2. Ular Dandaung
  3. Si Buta Dan Si Bungkung

View full post on Dongeng Anak dan Cerita Rakyat

Manusia Satu Kata

Tuesday, August 10th, 2010

Hari yang cerah. Raja Mahendra pergi ke hutan untuk menguji kemampuannya berburu. Ia melarang para pengawal mengikutinya masuk ke hutan. Di tengah hutan, tampak seekor kijang asyik makan rumput. Raja Mahendra langsung membidik anak panahnya.

Related posts:

  1. Seekor Anak Singa
  2. Hikayat Bunga Kemuning
  3. Rumah Baru Untuk Riri

View full post on Dongeng Anak dan Cerita Rakyat

Dongeng Seekor Nyamuk

Tuesday, August 3rd, 2010

Di suatu negeri antah-berantah bertahtalah seorang raja yang arif bijaksana. Raja itu hidup bersama permaisuri dan putra-putrinya. Rakyat sangat mencintainya. Istananya terbuka setiap waktu untuk dikunjungi siapa saja. Ua mau mendengar pendapat dan pengaduan rakyatnya. Anak-anak pun boleh bermain-main di halaman sekitar istana.

Related posts:

  1. Ular Dandaung
  2. Cindelaras dan Ayam Sakti
  3. Legenda Gunung Batu Hapu

View full post on Dongeng Anak dan Cerita Rakyat

Si Buta Dan Si Bungkung

Tuesday, July 27th, 2010

Di suatu kampung tinggallah dua orang pemuda sebaya. Mereka bersahabat akrab sekali. Kemana pun mereka pergi selalu bersama. Boleh dikata tidak pernah terjadi pertengkaran di antara mereka. Jika yang seorang sedang marah, yang seorang lagi berdiam diri atau membujuk sehingga kemarahannya reda. Begitu juga jika ada kesulitan, selalu mereka atasi bersama.

Related posts:

  1. Ular Dandaung
  2. Anak Pipit Dan Kera
  3. Datu Kalaka

View full post on Dongeng Anak dan Cerita Rakyat

Legenda Gunung Batu Hapu

Tuesday, July 20th, 2010

Tidak berapa jauh dari kota Rantau, ibu kota Kabupaten Tapin Propinsi Kalimantan Selatan terdapat dua desa bernama Tambarangan dan Lawahan. Menurut cerita orang tua-tua, dahulu kala di perbatasan kedua desa itu hiduplah seorang janda miskin bersama putranya. Nama janda itu Nini Kudampai, sedangkan nama putranya Angui.

Related posts:

  1. Ular Dandaung
  2. Legenda Telaga Bidadari
  3. Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu

View full post on Dongeng Anak dan Cerita Rakyat

Teman Baik yang Khianat

Tuesday, July 13th, 2010

Muka-ku memerah, sedang marah besar. Rasanya kepala-ku mau pecah saat ini juga. “Grrrrhhhh!!!! Aku benci padamu, Morin!”, gumam-ku dalam hati. Tiba-tiba Sylvia, kakak-ku, datang. “Ada apa, Venda? Kamu kayaknya lagi marah, deh! Coba cerita sama kakak ada apa….”, bujuk Kak Sylvia. “Ah, kakak nggak perlu tahu! Ini masalahku sendiri,”, kataku dengan senyum di bibir. Padahal, saat itu aku masih ada rasa benci dengan Morin.

Related posts:

  1. Pak Serkah

View full post on Dongeng Anak dan Cerita Rakyat

Pak Serkah

Tuesday, July 6th, 2010

Pada suatu masa, hiduplah Pak Serkah dan keluarganya. Pak Serkah hanya bekerja sebagai pedagang keliling. Hidupnya serba kecukupan. Dia mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Nana. Barang-barang yang dijualnya ada ember, gayung, tempat minum, tempat makan, dan lain-lain. Semua barang dagangannya itu dimasukkan-nya kedalam sebuah gerobak tua pemberian Kakeknya yang sudah meninggal. Itulah hadiah terakhir Pak Serkah dari Kakeknya.

Related posts:

  1. Teman Baik yang Khianat

View full post on Dongeng Anak dan Cerita Rakyat